Argentina Pilih Starternya
Selasa, 30 Mei 2006 | 11:32 WIB
TEMPO Interaktif, Salerno: Argentina mempunyai 23 pemain dengan kemampuan merata dan di atas rata-rata. Namun, pelatih Jose Pekerman masih harus berpikir keras menentukan pemain inti dalam Piala Dunia nanti setelah timnya kalah 2-3 dari Kroasia dalam partai persahabatan, awal Maret lalu. Pekerman mempunyai satu partai pemanasan penting saat melawan Angola di Salerno, Italia, hari ini.
Saat melawan Kroasia, Pekerman menurunkan duet Lionel Messi dan Martin Demichelis, yang ditopang Juan Roman Riquelme, Pablo Aimar, Diego Militio, Leonardo Ponzio, serta Lucho Gonzalez. Gol Argentina tercipta melalui Messi dan Carlos Tevez, yang baru masuk pada menit ke-68. Sementara itu, Hernan Crespo, yang masuk pada menit ke-75, tidak mampu membawa kemenangan bagi Argentina.
Hari kedua mendarat di Italia, Sabtu lalu, Argentina melakukan uji coba ringan melawan klub lokal Hellas.
Pekerman masih mengandalkan pasukan muda dan Argentina menang 5-0 melalui Maxi Rodriguez dan Javier Pedro Saviola, yang masing-masing mencetak dua gol, serta Messi. "Saya kira semua pemain mempunyai tanggung jawab membawa Argentina berprestasi sebagus mungkin," kata Pekerman.
Pekerman optimistis masih bisa mengandalkan tenaga pemain veteran Hernan Crespo. Penyerang Chelsea yang terpinggirkan itu berambisi membuktikan di Jerman bahwa dia masih layak diandalkan oleh klub-klub terkemuka di dunia. Di sisi lain, Pekerman juga optimistis pemain mudanya, Messi, bakal tampil maksimal setelah pulih kesehatannya kelak.
"Kami harus sabar dan berharap semua dalam kondisi terbaik. Semua pemain memperlihatkan kemajuan pesat sehingga membuat saya optimistis," kata Pekerman.
Partai melawan Angola ini akan menjadi modal Argentina meneropong kekurangan lawannya di Grup C, Pantai Gading. Argentina akan melawan Pantai Gading pada pertandingan pertama, 11 Juni nanti. Setelah itu, Tim Tango akan menghadapi Serbia (16 Juni) dan Belanda (22 Juni). Partai pertama Argentina ada kemungkinan minus Messi, yang harus menjalani istirahat. "Saya tidak bisa memperkuat tim pada pertandingan awal. Tapi mudah-mudahan kondisi saya semakin baik. Saya ingin sekali bermain di final," kata Messi.
Sedangkan bagi Angola, partai persahabatan ini akan menjadi momentum memupus anggapan bahwa tim negara itu sebagai tim kacangan. Angola baru pertama kali mengikuti Piala Dunia. Kehadirannya pun masih dipandang sebelah mata di Grup D bersama Portugal, Meksiko, dan Iran. Peluang Angola menang diperkirakan hanya saat menghadapi Iran. Anggapan ini diperkuat saat Angola kalah 0-1 oleh Korea Selatan pada pertandingan persahabatan, 1 Mei lalu.
Seusai kekalahan dari Korea, Angola mencatat dua kali kemenangan. Meski lawan tandingnya bukan peserta Piala Dunia, yakni Mauritius (5-1) dan Lesotho (3-1), kemenangan tersebut bisa menjadi modal motivasi tim besutan pelatih Luis Oliveira Goncalves itu. "Kami berada dalam tim yang sangat berat. Portugal dan Meksiko adalah tim favorit. Iran juga mempunyai pengalaman mengikuti Piala Dunia tiga kali, sementara Angola baru pertama kalinya. Tapi sepak bola penuh dengan kejutan. Jika kami bermain bersama, kami akan menciptakan kejutan itu," kata kapten tim Angola, Fabrice Mayeco Akwa.
FIFAWORLDCUP | YANDI MR




