Mengukuhkan Persahabatan
Minggu, 28 Mei 2006 | 04:50 WIB
TEMPO Interaktif, Zagreb:Uji coba Kroasia menjamu Iran hari ini bisa disebut peneguhan persahabatan kedua negara itu lewat sepak bola. Mereka pun sama-sama lolos ke putaran final Piala Dunia 2006. Kroasia bergabung di Grup F bersama Australia, Jepang, dan Brasil. Sedangkan Iran bersama Meksiko, Angola, dan Portugal di Grup D.
Pelatih Iran berasal dari Kroasia, Branko Ivankovic. Doktor dalam bidang pendidikan fisik itu tiba di Iran pada 2001 untuk menjadi asisten pelatih rekan senegaranya, Miroslav Blazevic. Dua orang itu sebelumnya membawa Kroasia memenangi urutan ketiga Piala Dunia 1998 di Prancis.
Setelah Iran gagal masuk putaran final Piala Dunia 2002, Ivankovic menggantikan posisi rekannya itu dan membawa Iran memenangi Asian Games 2002 dan merebut peringkat ketiga Piala Asia 2004, dan kini meloloskan Iran ke Jerman. Di Iran, Ivankovic disanjung pengurus federasi sepak bola dan suporter Iran dengan panggilan "Professor" Branko Ivankovic. "Kami merasa bisa mengalahkan tim manapun," kata Ivankovic.
Seperti ciri Kroasia ketika cemerlang di Prancis 1998, begitu ciri Iran yang diharapkan Ivankovic tercermin dari permainan anak-anak asuhannya hari ini. Percaya diri, gagah berani, dan semangat pantang menyerah 90 menit. Ali Daei, sang kapten Iran yang sudah berusia 37 tahun, itu mewarisi semangat kepahlawanan ketika menggulung tuan rumah Australia di playoff menuju Prancis 1998. Satu lagi kekuatan fisik akan menjadi salah satu modal Iran menjajal "saudara barunya" Kroasia.
prasetyo/berbagai sumber




